Tuesday, June 23, 2015

Kupang Green City Project 11 to 20


Bagian Kedua dari Kupang Green City Project

Ide #11 Fransiskus Mali


REBOISASI
Saya memilih gagasan di atas karena untuk menjadikan kota kupang menjadi green city maka kita melakukan reboysasi ,untuk masarakat luas yang ada di kota kupang kita harus bergandeng tangan untuk menyukseskan kegiatan,atau gagasan ini karena ini juga merupakan harta yang kita tinggalkan kepada anak, cucu kita nantinya.
Untuk pemerintah harus melakukan seminar kepada seluruh masyarakat di kota kupang sehingga masyarakat juga sadar dan ikut berpartisipasi didalamnya dan pemerintah juga harus buat peraturan untuk melindungi hutan tersebut,sehingga hutan tersebut tetap lestari.

Ide #12 Ana Siba

Gagasan atau ide membangun kota kupang yang hijau:
Melakukan reboisasi
Tidak menebang pohon yag ada pada pinggir jalan
Jangan membakar hutan

Ide #13 Fransiskus Lamatewelu
GREEN CITY (kota kupang)
Untuk menhijaukan kawasan perkotaan di kupang sebenarnya sedikit mengalami kendala, hal ini karena kawasan areal kota kupang bisa dikatakan sangat gersang,hal ini tentunya mendorong kita untuk melakukan hal ekstra untuk mewujudkan kota kupang menjadi kota hijau (green city).
Saya sebagai seorang mahasiswa jurusan pertanian,tentunya saya sangat ingin mewujudkan impian saya untuk bisa menjadikan kota kecil ini menjadi Green City.
Adapun beberapa usulan saya yang mungkin bisa mendorong kita (khususnya masyarakat kupang) untuk bisa mewujudkan kota kecil ini menjadi Green City antara lain :
Mewajibkan setiap kepala keluarga untuk menanam 1 batang pohon di areal kosong terdekat yang sudah disiapkan pemerintah untuk area penghijauan.
Dan diwajibkan untuk memelihara & merawat tanaman tersebut selama 5 bulan
Menjadikan 1 hari dalam setiap bulan sebagai hari perawatan tanaman kota
Mengeluarkan sanksi atau denda bagi perusak tanaman kota
Mungkin hanya itu saja usulan saya,kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Ide #14 Levialdus Rian

Dari saya sebagai mahasiswa politeknik pertanian negeri kupang, untuk menghijau kota kupang khususnya di kampus politeknik pertanian negeri kupang:
Setiap orang Menanam satu pohon sebagai pohon pelindung
Setiap orang wajib merawat dan menjaga tanaman yang sudah di tanam sebagai salah satu kewajiban mahasiswa, agar mahasiswa maupun dosen dapat menghirup udara segar setiap harinya.

Ide #15 Yohanes Pangkat

Untuk menjadikan kupang sebagai green city kita perlu malakukan beberapa hal seperti
a. Melakukan penanaman 1000 pohon
Dengan menanam seribu pohon sangatlah penting untuk menjaga kelestarian alam dan keseimbangan bumi kita. Kini ajakan untuk memelihara lingkungan dengan menanam 1000 pohon semakin banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Tujuan penanaman pohon ini adalah mencegah banjir, menjadikan lingkungan tetap teduh dan asri, meningkatkan kesadaran masyarakat serta menurunkan suhu dibumi yang sudah tidak normal lagi.
b. Hutan kota
Hutan kota adalah hutan atau sekelompok pohon yang tumbuh di dalam kota atau pinggiran kota, hutan kota penting untuk keseimbangan ekologi manusia dalam berbagai hal seperti: kebersihan udara, ketersediaan air, pelindung terik matahari, kehidupan satwa dalam kota dan juga sebagi tempat rekreasi.
Dengan demikian kupang yang keadaannya seperti sekarang yang kita lihat bisa dijadikan sebagai green city.

Ide #16 Yuniarti Asbanu

Ide saya untuk merubah kota kupang menjadi kota green city
Bagaimana kita harus seberpendapat dengan pemerintah untuk bissa menata kota kupang menjadi kota Green city
Kita harus seberpendapat dengan masyarakat untuk bagaimana masyarkat jangan menebang pohon sembarangan dan jangan membangun perhotelan kita harus menata kota kupang ini dengan cara penghijauan untuk bissa menghijaukan kembali kota kupang menjada kota green city
Bagaimana kader-kader kita ini yang harus mempersatukan pemerintah dengan masyarakat untuk bissa merubah kota kupang menjadi kota green city kalau bukan kita sapa lagi.

Ide #17 Serfiana Molo

Kota kupang mempunyai taman kota yang fungsional baik secara biologis maupun sosial merupakan indikator kota kupang menuju green city. Untuk itu cara saya sebagai mahasiswa politani memperhatikan taman kota yang ada.Dengan demikian saya mengajak rekan-rekan seperjuangan untuk tetap semangat serta memperdulikan taman kota yang ada.

Ide #18 Maria G. Mako Mau

Membuat kota kupang menjadi kota hijau(Green city), kita dapat melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon yang telah mati,dan melestarikan alam disekitarnya agar terlihat indah dan hijau.kita terus berupaya untuk mengetur dan menjaga taman kota, hutan kota di setiap jalan dan menjaga lingkungan.
Untuk itu saya mengajak semua masyarakat agar terus mendukung dan berupaya untuk menjaga,memelihara,dan melestarikan alam seperti:Tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon dan menjaga kebersihan.Dan yang paling penting semangat kepedulian kita bersama untuk menjaga lingkungan sekitar kita.

Ide #19 Maria Tito Duan

Saya sebagai seorang mahasiswa politani saya dapat mengetahui bagaimana cara sehingga kota kupang di katakan sebagai kota ekologis atau sebagai kota yang sehat atau kota yang hijau artinya terjadi keseimbangan antara pembangunaan dan perkembangan kota ,dengan kelestarian lingkungan.Apabila kota kupang ini dilatakan kota sehat maka kondisi kota kupang ini harus aman,nyaman,bersih dan sehat untuk dihuni penduduk yang ada di kota kupang ini.
Untuk menjaga sehingga kota kupang tetap hijau dan sehat kita semua yang berada di kota kupang ini:
1.harus menanam pohon disekitar hutan kota yang belum ditanami pohon yang hasilnya bisa dinikmati pada 5 tahun kedepan.
2.adanya penanganan lingkungan kota yang bijaksana secara terintegrasi ,hal mana, sungai, hutan kota,harus dilindungi dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan unsur alami dan keseimbangan ekologi.
3.menerapkan kontrol yang ketet terhadap kebiasan pembuangan dan pengelolaan sampah yang buruk untuk menghindari terjadinya polusi yang membahayakan.
Menghijaukan kota kupang denganmenanam banyak tanaman dan membuat taman-taman di sekitar kota kupang.
Melalui green city kita diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dikota kupang ini sehingga dapat memecahkan masalah lingkungan,seperti:bencana alam,polusi udararendah,bebas banjir,sehingga dapat memastikan kehidupan yang lebih baik pada generasi yang akan datang.

Ide #20 Anina Bareto

GREEN CITY



Jika kota kupang akan menjadi green city maka semestinya kita harus terus menjadi motivasi bagi siapa saja di kota Kupang agar dengan caranya menghijuakan kota Kupang dengan menanam pohon-pohon dipinggir jalan,dihutan yang gundul serta harus diatur untuk menjaga kelestariannya.Dengan motifasi ini ada nilai dan Semangat Hijau yang tertanam dalam diri pemimpin dan warga kota Kupang agar menjadikan Kupang Hijau untuk dinikmati oleh siapa saja. Mestinya gagasan ini dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, termasuk bagaimana keterlibatan rakyat dalam penciptaan Ruang Terbuka Hijau.  TERIMAKASIH.

Monday, June 22, 2015

Kupang Green City Project 1 to 10


Ide #1 oleh Dominggus Manek

Seiring dengan perkembangan jaman yang begitu cepat,  kota Kupang sebagai ibu kota propinsi di tuntut untuk terus meningkatkan mutu dalam berbagai bidang baik itu bidang pendidikan,kesehatan dan perekonomian masyarakat nya. Namun dampak dari pembangunan tersebut  kota kupang sekarang ini menjadi kota dengan tingkat pencemaran yang tinggi pula. Di sini saya menpunyai sebuah ide yang dapat mengatasi masalah yang sedang di hadapi masyarakat kota Kupang saat ini, solusi saya agar perlu di adakan sosialisasi tentang dampak pencemaran bagi kesehatan dan perlu pula di canang kan kegiatan penanaman 1000 pohon dengan masing-masing kepala keluarga di wajibkan untuk menanam 1 pohon di setiap pekarangan rumah. Tipe vegetasi yang tahan terhadap kemarau pun menjadi satu-satunya vegetasi yang perlu di tanam karna mengingat kota Kupang merupakan kita dengan musim kemarau yang panjang.



Ide #2 oleh Yohanis Manilani

Bagaimana cara supaya kota kupang bisa menjadi kota penghijauan:
  1. Kita harus menanam pohon-pohon di pinggir jalan,dan setiap satu rumah tangga harus menanam satu tanaman pohon pelindung.
  2. Tidak boleh membuang sampah di sembarang tempat,harus membuang sampah pada tempat yang sudah di sediakan,dan begitu juga di tiap-tiap pinggiran jalan harus di sediakan kotak-kotak sampah.
  3. Tidak boleh menebang pohon di sebarang tempat,tanpah seijin pemerintah.

Ide #3 oleh Fridolinus Seran
Tidak hadir pada pertemuan pertama!

Ide #4 Julito Simao

Saran dari saya untuk melestarikan hutan di kota kupang ini maka saya mengusulkan kepada para pemerintah kota kupang khususnya dinas kehutanan di kota kupang untuk mengeluarkan aturan-aturan mengenai penhijauan di kota kupang.agar hutan di kota kupang tetap terjaga dengan baik dan juga bisa meningkatkan lagi penghijauan pada jalur-jalur yang belum melakukan penghijauan. Apabila melakukan penghijauan ini masih kurang tenaga kerja maka banyak tenaga kerja yang berasal dari tamatan kampus politeknik pertanian negeri kupang yang siap dipakai karena banyak tamatan politeknik pertanian negeri kupang masih nanggur di luar khususnya prodi MSDH maka alumni-alumni politani yang telah wisuda bisa terpakai untuk melakukan green city di kota kupang agar kota kupang kelihatannya tetap hijauh dan juga kota kupang ini bisa menarik perhatian orang-orang luar nusa tenggara timur(NTT) untuk berkungjung di kota kita. Selain itu juga penghijauan ini berfungsi sebagai paru-pagu pernapasan bagi manusia.karena jaman sekarang sesuai perkembangan penduduk di wilayah nusa tenggara timur ini semakin banyak dipenuhi oleh penduduk dimana-mana.karena kota kupang ini semakin hari semakin dipenuhi oleh manusia sehingga pembangunan di kota kupang ini semakin hari semakin banyak dipenuhi oleh bangunan.maka penghijauan di kota kupang ini yang pada jaman dahulu begitu hijauh namun sekarang sudah dipenuhi oleh bangunan karena pengaruh peningkatan penduduk. Penghijauan ini sangat penting bagi seluruh manusia yang ada di muka bumi.karena di muka bumi ini manusia dengan tumbuhan sangat berkaitan erat.mengapa saya katakan seperti ini karena O2 yang di lepaskan oleh tumbuhan dapat di terima oleh manusia sedangkan CO2 yang dilepaskan oleh manusia dapat diterima oleh tumbuhan.maka dengan ini saya menyarankan kepada seluruh penduduk yang ada di nusa tenggara timur ini supaya kita sama-sama melestarikan hutan-hutan yang ada di wilaya kupang ini dengan baik untuk generasi yang akan datang. Dan lebih khususnya lagi bagi seluruh mahasiswa yang ada di nusa tenggara timur ini harus menunjukkan bagaimana cara melestarikan hutan yang baik bukan menunjukkan bagaimana cara merusak penghijaun diwilaya nusa tenggara timur. Agar pelestarian ini bisa dapat dilestari langjutkan oleh generasi penerus yang akan datang.

Ide #5 Theresela Ma

Ide- ide saya untuk menjadikan kota kupang yang green city dengan cara penanaman pohon-pohon dikota kupang dan selalu menjaga dan merawat pohon-pohon yang sudah ditanam, supaya menjadikan kota kupang kota yang hijau.


Ide #6 Santi Tija

Menurut pendapat saya,untuk menjadikan kota kupang ini sebagai Green City maka kita sebagai manusia kita harus membuat kota kita ini menjadi hijau yaitu dengan melakukan penanaman pohon di pinggir jalan,di pinggir kolam,dan di sekeliling taman.Cara ini yang di sebut sebagai Hutan Kota. Hutan kota ini sangat bagus bila di tata dengan baik,karena kita mambuat hutan kota ini juga dapat bermanfaat bagi makhluk hidup .udara yang kita dapat juga bergantung pada pohon –pohon yang banyak sehingga oksigen yang kita miliki juga lebih baik.

Ide #7 Maria Usfinit

JADIKAN KOTA KUPANG SEBAGAI KOTA YANG HIJAU ( GREEN CITY) DENGAN CARA MELAKUKAN PENGHIJAUAN




Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan hijau terbuka. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di daerah perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa dan raga. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di daerah perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan kesadaran, perencanaan dan pelaksanaan dalam upaya menghijaukan lingkungan. Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh dalam jangka waktu lima tahun.

Penghijauan, Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan,memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.Karena itu saya mengajak para mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang,untuk sama-sama menanam dam merawat pohon-pohon yang kedepannya akan membuat kota kita menjadi,kota yang hijauh.

Ide #8 Dion Tanesib

Kota Kupang dapat di bentuk menjadi sebuah green city dengan cara adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah untuk membuka suatu usaha yang meliputi kegiatan-kegiatan, diantaranya penanaman pohon di pinggir jalan,rerumputan dan pembuatantaman kota,taman
lingkungan dan jalur hijau. Tujuannya untuk menciptakan suasana yang indah,bersih dan nyaman.

Ide #9 Maria A. Wea


Green City kota hijau di kota kupang jangka waktu 1-5 tahun kedepan
Kota kupang merupakan salah satu kota yang notabene merupakan kota yang memiliki curah hujan sedikit disbanding daarah lain di daerah NTT. Suhu udara yang panas demikian membuat daerah ini memiliki varietas tumbuhan yang minim. Berhadapan dengan persoalan ini, ada begitu  banyak harapan yang terpatri agar Kupang menjadi salah satu kota hijau, yang bebas polusi, yang menjadi tempat hijau bagi manusia.
Situasi ini semestinya dimanfaatkkan oleh warga Kupang untuk mencari solusi yang tepat. Artinya tidak hanya melibatkan komponen pemerintah tetapi melibatkan semua lembaga pemerhati lingkungan agar bersama-sama bekerja. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh warga Kota Kupang dalam jangka waktu 1-5 tahun agar Kupang menjadi kota hijau yakni dengan membuat sebuah gerakan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan terhadap lingkungan di diwujudkan dengan membuat “reboisasi pada padang atau bukit yang kosong tanpa pohon”. Hemat saya bahwa dengan reboisasi maka perlahan-lahan lahan tandus dapat kembali menjadi sumber kehidupan manusia yakni sebgai sumber oksigen. Selanjutnya dengan membuat

Ide #10 Yanuarius Leba
Green City kota hijau di kota kupang jangka waktu 1-5 tahun kedepan
Green city atau kota hijau merupakan salah satu  topic yang menjadi konsensus daerah-daerah yang rawan akan polusi dan menuju pada kehancuran akibat banyak pabrik-pabrik yang membuang emisi berlebihan. Namun ketika kita berbicara mengenai Green city untuk cakupan wilayah kupang maka pertanyaannya ialah seberapa parahkah kota kupang akibat emisi dari pabrik-pabrik atau kendaraan bermotor?
Kondisi wilayah kota kupang yang berhawa panas dan tandus mungkin menjadi alasan mengapa kota kupang dalam wacananya diajak untuk membuat sebuah perubahan khususnya Green City atau kota hijau jangka waktu 1-5 tahun. Wacana Green City dapat dijalani apabila muncul sebuah kerinduan bersama akan sebuah perbaikan wilayah yang terkesan kering dan tandus. Oleh karena itu, project yang perlu dilakukan selama 1-5 tahun agar kota kupang menjadi hijau yakni dengan menggerakkan seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, LSM, sekolah dan warga untuk  menanam pohon disekitar pelataran rumah maupun instansi pemerintahan. Selanjutnya memanfaatkan setiap lahan kosong/tanah kosong milik warga maupun pemerintahan setempat dengan menanam tanaman ketimbang dibiarkan kosong dan kering. Dengan program ini saya sangat yakin bahwa kota kupang yang tandus dan kering perlahan-lahan dapar teratasi.

Friday, May 31, 2013

Penghijauan kota

Berikut adalah artikel mengenai green city yang diunduh dari website WWF Indonesia

Menuju Kota Bertaraf Ecocity

Saat ini ramai dibahas wacana pembentukan kota hijau (green city) di berbagai daerah urban. Kota hijau dipersepsikan memiliki sejumlah ruang hijau yang mampu menyediakan udara segar. Konsep kota hijau ini mengandalkan keberadaan ruang hijau sebagai paru-paru kota yang diyakini mampu menjadi penetralisir bagi dampak buruk produksi emisi khas perkotaan yang lekat dengan gaya hidup konsumtif dan boros penggunaan energi. 
Konsep kota hijau memang dapat menjadi solusi tepat bagi terimplementasikannya sebuah kota yang sehat, karena secara potensial dapat mengendalikan sistem ekologi (suhu, erosi, dan banjir), sistem sosial (kerukunan warga, tempat tinggal, sekolah, rumah sakit), serta sistem ekonomi (lapangan pekerjaan). Namun seiring waktu, konsep ini menghadapi tantangan dari berbagai permasalahan sosial yang sering kali disebabkan oleh tingginya angka pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan semakin sempitnya lahan di daerah urban. Kekhawatiran utama dari laju pertumbuhan penduduk, selain menurunnya kualitas tempat hidup, akan terjadi ketidakseimbangan antara ketersediaan sumber daya alam (SDA) dengan pola konsumsi manusia. Lebih buruk lagi, lifestyle masyarakat di perkotaan kian tidak mengindahkan kelestarian alam. 

Dalam diskusi bertema "Pembangunan Kota Hijau" di Kantor WWF-Indonesia pada 9 April 2013 lalu, Prof. Hadi S. Alikodra, Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, memaparkan bahwa wilayah perkotaan merupakan microcosm permasalahan lingkungan yang terus berkembang seolah-olah tanpa batas, mengikuti irama dan dinamika  pertumbuhan penduduknya yang terus meningkat. Manusia berinteraksi dengan sistem alam, namun dengan perilakunya yang boros dan kurang menjaga lingkungan. Di lain pihak, karena keterbatasan daya serap dan daya asimilasi lingkungan, lingkungan hidup perkotaan menjadi semakin rusak dan tercemar (ecological scarcity). Hal tersebut terjadi karena kota-kota besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat pemerintahan, bahkan berbaur dengan pusat industri dan perdagangan. Hukum-hukum ekologi dan lingkungan termasuk tata ruang kota pun banyak dilanggar demi pembangunan dan keuntungan ekonomi semata. 
Oleh karena itu, selain aksi perbanyakan ruang hijau, dibutuhkan sebuah wawasan kesadaran yang mengarah kepada gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan. Lewat makalah singkat namun mendalamnya, Prof. Alikodra menyebutkan sejumlah kasus masalah lingkungan perkotaan yang kian hari kian pelik. Sudah saatnya dikembangkan konsep yang tak hanya mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, namun mampu menjadi pengamanan ekologi (ecological security) yang tepat. Hasilnya, kini muncul konsep ecocity, yang memiliki lebih banyak elemen konservasi lingkungan karena menjalankan prinsip 3R (reduce, recycle, reuse).
Menurut Prof. Alikodra, penerapan gaya hidup ramah lingkungan menuju ke perwujudan ecocity ini sudah harus segera diimplementasikan. Penulis buku “Pendekatan Ecosophy Bagi Penyelamatan Bumi” yang juga menjabat Senior Advisor WWF-Indonesia ini menyebutkan bahwa indikasinya bisa dilihat dari grafik fantastis laju pertumbuhan manusia di perkotaan.

“Pada tahun 1950 jumlah penduduk perkotaan dunia yang berada di negara berkembang mencapai  38,92 persen. Tahun 1975 meningkat menjadi 51,07 persen, dan tahun 1990 hampir dua pertiga dari jumlah penduduk perkotaan di dunia bertempat tinggal di negara-negara yang pada umumnya adalah golongan negara miskin,” ujarnya. Inogichi pada penelitiannya di tahun 1999 menyebutkan bahwa pada tahun 2015 diproyeksikan 13 dari 15 kota besar dunia terletak di negara-negara berkembang. Kepadatan penduduk kota-kota metropolitan di Asia Tenggara seperti Jakarta, Bangkok, dan Manila semakin meningkat secara tajam. “Jika tidak mampu mengendalikannya, hal ini dapat menjadi bumerang yang menghambat pertumbuhan kota tersebut.”
Jakarta pada siang hari harus mampu melayani warganya yang berjumlah sembilan juta jiwa, jumlah warga Kota Metropolitan Bangkok pun mungkin sudah melebihi angka sembilan juta jiwa. Di pagi hari, Kota Jakarta maupun Bangkok diselimuti oleh asap tebal yang terdiri dari berbagai bahan pencemar udara. Bahan pencemar ini datang dari berbagai sumber, seperti knalpot kendaraan, sampah industri, sampah permukiman, kebakaran hutan dan lahan, ataupun dari aktivitas gunung berapi. Fenomena ini disebut Alikodra sebagai “Efek Rumah Bahang” (Urban Heat Island/UHI), sebuah kondisi dimana suhu semakin panas karena banyaknya bahan pencemar yang menyelimuti wilayah udara perkotaan sehingga semakin pengap.   
Permasalahan lingkungan di wilayah perkotaan semakin kompleks dan rumit, semakin sulit mengatasinya. Setiap musim hujan, Gubernur Jakarta dipusingkan dengan banjir yang menggenangi seluruh wilayahnya, Walikota Semarang dipusingkan dengan banjir rob, bahkan Walikota Tarakan hingga saat ini kebingungan untuk mengatasi banjir lumpur yang banyak menenggelamkan rumah-rumah warganya. Warga Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Samarinda, Palangkaraya, Pontianak, dan Kota Balikpapan mengeluh karena kurang mencukupinya pasokan tenaga listrik. Belum lagi masalah sampah yang semakin sulit mengatasinya, dan masalah kelangkaan bahan bakar di beberapa kota di luar Jawa. 
Kota Tokyo menjadi salah satu contoh kota ramah lingkungan dan telah menuju ke arah ecocity. Hal itu terwujud karena perilaku warganya yang pro penghematan dan bahkan pengurangan emisi. Warga Tokyo mengganti alat transportasi mobil pribadi dengan sepeda, atau melakukan car pooling. Mereka menerapkan kebiasaan memilah sampah dan mendaur ulang barang bekas. Dengan luas 2.187,08 km2 dan jumlah populasi sekitar 13 juta lebih orang, Tokyo merupakan kota metropolitan terpadat di dunia. Namun dengan kesadaran ingin mengembangkan tempat hidup yang nyaman berwawasan ecocity, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakatnya saling bahu-membahu mewujudkannya. Sebuah kerja bersama yang berbuah manis.
Sebagai penutup paparannya, Prof. Alikodra mengimbau peserta yang hadir dalam diskusi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan menularkan perilaku ini kepada orang lain. Implementasi ecocity atau kota berwawasan lingkungan membutuhkan proses yang panjang, sehingga untuk mencapainya diperlukan tak hanya waktu yang cukup lama. Diperlukan juga upaya jangka pendek dalam pengembangannya melalui pembangunan kota hijau, serta perubahan lifestyle seluruh warga dan semua pihak terkait untuk berjiwa konservasi (mencintai dan melindungi alam). 

 

Monday, May 6, 2013

Ekosistem & Suksesi

Materi mengenai ekosistem dapat diunduh di sini

sedangkan materi mengenai suksesi dapat diunduh di suksesi

semoga sukses dalam ujian